Dalam dunia jaringan, kita mengenal istilah layer dalam OSI (Open System Inrerconnection). Layer-layer tersebut diantaranya adalah layer physical, data link, network, transport, session, presentation, dan application. Setiap layer memiliki perangkat, jenis data, dan protokol yang berbeda. Seperti contoh berikut:

Layer OSINama PerangkatKeterangan
3Router, PC, Laptop, Smartphone,
Switch Manged L3
Umumnya sudah memiliki sistem operasi tertanam dan mampu mengelola trafik jaringan lebih lanjut
2Switch Manged L2Perangkat pada layer ini biasanya dapat dikonfigurasi walaupun masih sederhana
1Hub, Switch UnmanagedBiasanya hanya berfungsi sebagai perangkat jaringan yang tidak perlu dikonfigurasi

Seorang administrator jaringan wajib memahami konfigurasi kabel cross-over dan straight, yang mana perbedaannya adalah urutan warna yang dipasang pada ujung satu dan lainnya.

Terkadang kita bingung menentukan konfigurasi kabel apa yang akan digunakan untuk menghubungkan satu perangkat ke perangkat lainnya, sebenarnya hal tersebut gampang dipahami jika kita tau posisi dimana device terserbut bekerja pada layer OSI, untuk gampangnya, amati tabel daftar perangkat di atas, aturannya bisa kita ringkas sebagai berikut:
a. Jika kedua device bekerja pada layer OSI yang sama, maka kabel yang digunakan adalah Cross-Over
b. Jika kedua device bekerja pada layer OSI yang berbeda, maka kabel yang digunakan adalah Staight

Sebagai contoh: untuk menghibungkan PC ke Router kita membutuhkan kabel dengan konfigurasi Cross-Over, kenapa? Karena PC dan Router bekerja pada layer yang sama, yaiyu
Layer 3 (Network)


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *